Sejarah Bola Takraw

Permainan sepak takraw dikenal masyarakat Indonesia di daerah luar Jawa seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatra.

Permainan yang menunjukkan keahlian pemain dalam penguasaan bola, pemain akan memainkan bola yang terbuat dari anyaman rotan dengan seluruh anggota badan kecuali dengan tangan seperti kaki, dada, bahu, kaki, kepala.

Pengertian Bola Takraw

Bola takraw adalah jenis campuran dari voli dan sepak bola, permainan yang dimainkan di lapangan ganda bulu tangkis dengan larangan pemain tidak boleh menyentuh bola.

Permainan ini terdiri dari tiga pemain, yaitu Tekong sebagai penyepak mula, Apit kanan dan Apit kiri. Dan setiap regu memiliki dua pemain cadangan. Sedangkan cara bermainnya tiap regu hanya boleh memantulkan bola sebanyak tiga kali.

Pengertian Bola Takraw Menurut Ahli

1. Menurut PB. PERSETASI

Jika menurut PB PERSETASI pengertian bola takraw adalah salah satu cabang olahraga yang dimainkan di lapangan empat persegi panjang, dengan permukaan yang rata, baik di tempat terbuka  atau ruang terbuka maupun di  dalam ruangan  atau ruang tertutup, dan bebas dari berbagai macam rintangan.

2. Menurut Darwis dan Basa

Darwis dan Basa mengatakan bahwa pengertian bola takraw adalah gabungan dan perpaduan tiga buah olahraga yaitu sepak bola, bola voli dan bulu tangkis.

3. Menurut Sulaiman

Bagi Sulaiman pengertian bola takraw adalah sebuah permainan yang menggunakan bola terbuat dari rotan, kemudian dimainkan di atas lapangan datar berukuran panjang 13,40 meter dan 6,10 meter. Terdapat jaring net dengan tinggi 1,55 meter sebagai pembatas lapangan.

4. Menurut Sudrajat Prawirasaputra

Bola takraw merupakan permainan yang dilakukan oleh dua regu yang berhadapan di lapangan yang dipisahkan oleh sebuah jaring atau net yang terbentang membelah lapangan menjadi dua bagian.

Sejarah Bola Takraw

Dikutip dari Wikipedia sejarah bola takraw itu sendiri masih belum jelas dan menjadi motivasi. Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa sejarah bola takraw memperkenalkan pertama kali ke Asia Tenggara oleh orang yang terinspirasi dari permainan tradisional bernama Cuju, yang konsepnya hampir sama dengan bola takraw. Pemain menendang sebuah kok ke atas dan menjaganya supaya kok tidak jatuh ke tanah.

Kemudian ada juga yang mengatakan sejarah bola takraw berasal dari era kesultanan Melayu (634-713 M) di dalam bahasa Melayu bola takraw dikenal sebagai sepak raga. bola takraw pertama kali dimainkan pada abad ke-15

Secara etimologi kata sepak takraw berasal dari bahasa Melayu “Sepak” yang memiliki arti menendang. Sedangkan kata “Takraw” yang berasal dari bahasa Thailand atau Muangthai yang artinya bola yang dianyam (bola rotan).

Catatan sejarah bola takraw mengatakan di Thailand dahulu bernama Siam, ada bukti bahwa orang Thailand memainkan sepak takraw sejak masa kerajaan Ayutthaya. Sehingga tak heran jika bola takraw disebut sebagai jenis olahraga kaum bangsawan.

Setelah olahraga bola takraw populer di Thailand. Sejarah bola takraw berlanjut masuk ke negara-negara Asia tenggara yang mana masih memiliki mayoritas penduduk asli Melayu.

Bola takraw menyerupai olahraga regional Asia yang dikenal sebagai “Sepak raga” di Brunei, Malaysia, dan Singapura, “Sipa” di Filipina, “Rago” di Indonesia, “Chinlone” di Myanmar, “Takraw” di Thailand, “Kataw” di Laos, “Sek Dai” di Kamboja, “Cuju” di China, “Da Cau” di Vietnam, “Jegichagi” di Korea, dan “Kemari” di Jepang.

Sejarah Bola Takraw Secara Global

Bola takraw yang kita lihat telah dikembangkan dan distandarisasi pada tahun 1960, ketika para petinggi dari Malaysia, Thailand, Myanmar, dan Singapura bertemu di Kuala Lumpur guna menyepakati rangkaian aturan dasar untuk nama dan olahraga tersebut.

Kemudian sejarah bola takraw berlanjut ketika “Sepak Raga Jaring” yang merupakan nama tidak resmi dari sepak takraw dipertandingkan pertama kali dengan aturan versi lama di Penang pada tahun 1945.

Menurut Ratinus Darwis dan Penghulu Basa sejarah bola takraw perihal pergantian nama dari “Sepak Raga Jaring” menjadi sepak takraw diresmikan pada tanggal 27 Maret 1965 di Kuala Lumpur di Stadion Kuala Lumpur pada saat pesta olahraga Asia Tenggara (SEAP GAMES).

Bola takraw kemudian diperkenalkan pada Pesta Olahraga Asia Tenggara atau Southeast Asian Games 1965 di Kuala Lumpur sebagai ajang medali. Sehingga bola takraw dianggap sebagai olahraga nasional Malaysia.

Pada tahun 1965, dibentuklah sebuah federasi perserikatan bola takraw untuk negara-negara Asia bernama Asian Sepak Takraw Federation, atau disingkat dengan ASTAF.

Asian Sepak Takraw Federation (ASTAF)

Dibentuk pada tahun 1965. Tugas pertama yang dipegang adalah menerjermahkan peraturan sepak takraw ke dalam bahasa Inggris, lalu menempatkan poin untuk kompetisi dunia pertama.

Tahun 1979, untuk pertama kali ASTAF mengadakan konferensi di Jakarta bersamaan dengan SEA Games. Kemudian meninjau undang-undang sepak takraw yang diajukan oleh Asosiasi Sepak Takraw Malaysia.

Lalu pada tahun yang sama, komite teknik ASTAF mengadakan pertemuan kedua di singapura untuk kembali meninjau undang-undang sepak takraw.

International Sepak Takraw Federation (ISTAF)

Kemudian pada tahun 1988, organisasi sepak takraw skala internasional sebagai induk olahraga sepak takraw dunia terbentuk dengan nama International Sepak Takraw Federation, atau disingkat dengan nama ISTAF.

ISTAF dibentuk oleh visioner dalam Federasi Sepak Takraw Asia(ASTAF). ISTAF memiliki tanggung jawab atas turnamen internasional terutama turnamen ISTAF Super Series (ISS) dan ISTAF World Cup (IWC).

Kronologi Sejarah Bola Takraw

  1. Sejarah bola takraw dimulai pada abad-15. Berdasarkan naskah melayu “Sejarah Melayu” dan saat itu bola takraw masih bernama Sepak Raga.
  2. Pada tahun 1960, pejabat dari Malaysia, Thailand, Singapura, serta Myanmar bertemu di Kuala Lumpur untuk menyepakati aturan dasar dan nama dari bola takraw.
  3. Federasi Sepak Takraw Asia (ASTAF) dibentuk pada tahun 1965.
  4. Bola takraw kemudian menjadi salah satu cabang lomba pada Southeast Asian Games di tahun 1965.
  5. Tahun 1970, Malaysia dan Thailand memperkenalkan bola takraw ke negara-negara Asia pada Asian Games yang diadakan di Bangkok.
  6. Tim Sepak Takraw Kedah di tahun 1975 mengunjungi Jerman bersamaan dengan The Sports Press Feast untuk menampilkan Sepak Takraw sebagai demonstrasi.
  7.  Pada tahun 1977, tim Sepak Takraw Penang mengadakan promosi di Adelaide, Australia.
  8. ASTAF pertama kali mengadakan konferensi di Jakarta untuk meninjau undang-undang sepak takraw yang diajukan oleh Asosiasi Sepak Takraw Malaysia.
  9. Tim Sepak Takraw Malaysia kembali melakukan pertunjukan sepak bola takraw di Cina, Korea Selatan, dan Hong Kong sebagai ajang promosi untuk memperkenalkan bola takraw ke negara-negara Asia Timur pada tahun 1980.
  10. Bola takraw anyaman sintesis mulai diperkenalkan di Thailand tahun 1982.
  11. Pada tahun 1988, Federasi bola takraw dibentuk dengan nama ISTAF sebagai badan pengatur internasional yang diakui oleh gerakan olimpiade pada tahun 1990.
  12. Tahun 1990, bola takraw ikut sebagai bagian cabang olahraga Asian Games di Beijing.
  13. Kejuaraan wanita pertama diadakan di Thailand pada tahun 1997.
  14. Di tahun 1998, Bola Takraw diperkenalkan sebagai acara demonstrasi di Commonwealth Games di Kuala Lumpur.
  15. Tahun 2011, turnamen perdana sepak bola takraw, Piala Dunia ISTAF, diselenggarakan di Kuala lumpur, Malaysia. lalu ISTAF Super Series baru juga diluncurkan di Bangkok.

Sejarah Bola Takraw di Indonesia

Sejarah bola takraw Indonesia disinyalir dibawakan oleh pedagang bangsa Malaysia dan Singapura yang sedang berkelana ke Indonesia. Wilayah Sumatra dan Sulawesi merupakan daerah yang paling pesat perkembangan sepak bola takraw.

Kemudian sejarah bola takraw mulai berkembang ketika adanya kunjungan dari Malaysia yang dipimpin oleh Encik Khir Johari pada September 1970.

Kemudian diadakan pertemuan pada tanggal 29 September hingga tanggal 5 Oktober 1970 di Cipayung, Bogor.

Di pertemuan tersebut, direktur jendral pendidikan olahraga dan pemuda menginstruksi bahwa permainan sepak bola takraw harus segera dikembangkan di Indonesia.

Pada tahun 1971, organisasi sepak bola takraw dibentuk dengan nama Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia (PERSERASI). Sedangkan nama induk organisasi sepak bola takraw Indonesia sekarang bernama Persatuan Sepak Takraw Indonesia atau yang disingkat dengan nama PSTI.

Di awal terbentuknya PERSERASI, federasi sepak bola takraw di Indonesia hanya berjumlah empat pengurus daerah. empat pengurus daerah yang menjadi pilar pendukung berkembangnya olahraga sepak bola takraw yaitu Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

Sejarah bola takraw mencatat bahwa kejuaraan nasional sepak bola takraw dimulai pada tahun 1980. Lalu pada PON tahun 1981, Sepak bola takraw masuk sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan.

Ketertarikan masyarakat Indonesia akan permainan sepak bola takraw sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat pada tahun 1983, di seluruh daerah memiliki Pengurus Daerah (Pengda) atau sekarang berganti nama menjadi Pengurus Provinsi (Pengprov).

Pada PON di tahun 1985, tercatat lebih sedikitnya ada dua puluhan daerah di Indonesia telah ikut bergabung untuk mengikuti dan berpartisipasi dalam olahraga sepak bola takraw.

Pada bulan Oktober 1986, tercatat 23 daerah di Indonesia ikut serta dalam pelaksanaan seleksi SEA Games tahun 1987.

Lapangan Bola Takraw

                ukuran lapangan sepak bola takraw

Lapangan sepak bola takraw memiliki ketentuan:

a. lapangan sepak bola takraw memiliki ukuran panjang 13,42 meter dan lebar 6,10 meter.

b. tinggi bebas rintangan yaitu 7,32 meter.

c. garis tengah tebalnya 3,8 meter.

d. ukuran ketebalan baris batas tidak boleh lebih dari 3,8 cm diukur dari dalam.

e. ada empat buah perempat lingkaran. Perempat lingkaran tersebut dibuat pada kedua garis tengah dengan jari-jari 91 cm dan tebal garis 3,8 cm.

f. terdapat sebuah lingkaran di tengah lapangan yang berfungsi sebagai tempat servis takraw dengan ukuran jari-jari 30 cm.

Tiang dan Net

Ada dua buah tiang di pasang di sebelah kiri dan kanan dengan tinggi 1,55 meter dari lantai penampang tiang 3,8 cm.

Jarak tiang dengan garis batas samping lapangan 31 cm. Sedangkan net yang membagi lapangan terbuat dari nilon.

Tinggi net antara putra dan putri memiliki perbedaan ketinggian.

tinggi net untuk putra menyentuh 1,55 m di pinggir dan minimal berukuran 1,52 m di tengah, sedangkan tinggi net untuk pemain putri menyentuh 1,45 m di pinggir dan minimal berukuran 1,42 m di tengah.

Bola

Bola yang dipakai dalam permainan sepak bola takraw terbuat dari rotan berlapis 9 atau 11 lilitan yang di anyam bulat. Diameter dari bola tersebut memiliki ukuran 41-43 cm dengan jumlah 12 lubang yang terdapat pada bola, dan memilik berat berkisar 160-180 gram.

Teknik Dasar Sepak Takraw

Dalam permainan takraw, teknik dasar yang digunakan dengan memakai kaki, dada dan juga kepala, dengan syarat bola harus memantul dengan baik.

Sehingga seorang pemain dituntut untuk mempunyai kemampuan atau keterampilan dalam menguasai teknik dasar sepak bola takraw.

Menurut Ratinus Darwis dan Penghulu Basa teknik dasar sepak bola takraw terdiri dari Sepak Sila, Sepak Kuda, Sepak Cungkil, Menapak, Sepak Badek, Heading, Mendada, Memaha, dan Membahu.

Berikut beberapa teknik dasar sepak bola takraw:

a. Sepak Sila

Memiliki fungsi sebagai sepakan sajian awal atau servis, serta untuk menerima smash lalu langsung disambungkan dan diarahkan kepada apit kiri atau apit kanan. fungsi selanjutnya adalah menyuguhkan umpan kepada smasher.

b. Sepak Kuda

Sepak kuda berfungsi sebagai sepakan smash dengan cara melakukan gulingan badan atau salto dan menyentak bola dengan kaki pada saat melalukan sepakan.

c. Sepak Badak

Sebagai usaha untuk meraih bola yang datang dengan cepat dan pemain tidak sempat memutarkan badannya.

d. Sepak Cungkil

Terkadang bola datang dengan cepat sehingga pemain tidak siap untuk melangkahkan kaki agar lebih dekat dengan bola di tempat bola akan terjatuh.

Sehingga teknik ini merupakan upaya untuk mengangkat bola yang hampir menyentuh tanah.

e. Heading atau sundulan kepala

Berfungsi untuk alat blocking atau smash, serta sebagai umpan.

f. Memaha

Memiliki fungsi sebagai penahan smash atau bisa juga menjadi sepak mula

g. Mendada

Mempunyai fungsi yang sama dengan memaha yaitu sebagai penahan bola smash.

h. Menapak

Sebagai alat serangan dengan cara menekan bola yang berada di bibir net.

i. Servis

Bola awalan atau sebagai pembuka permainan.

j. Smash Kedeng

Teknik menyerang dengan melemparkan bola ke daerah lawan.

k. Blocking

Teknik pertahanan untuk menggagalkan serangan lawan.

 

Demikian pembahasan tentangan sejarah bola takraw.