Sejarah Senam Lantai

Senam lantai adalah latihan senam yang dilakukan pada matras.

Jenis senam ini juga disebut sebagai latihan bebas karena pada waktu melakukan gerakan para pesenam tidak mempergunakan suatu peralatan khusus.

Jika seorang pesenam membawa alat senam seperti bola, pita, ataupun alat lainnya. Alat merupakan media meningkatkan fungsi gerakan kelenturan, pelemasan, kekuatan, keterampilan, dan keseimbangan.

Senam lantai sendiri termasuk olahraga yang bisa dibilang cukup rumit. Hal ini dikarenakan senam lantai menampilkan gerakan tubuh yang menonjolkan keindahan gerak, kerumitan gerakan, keluwesan, keseimbangan serta kelenturan gerak.

Pengertian Senam Lantai

Senam lantai merupakan salah satu bagian dari rumpun senam. Selain itu senam lantai merupakan cabang olahraga yang banyak diminati akhir-akhir ini.

Senam lantai merupakan salah satu cabang olahraga yang memiliki unsur mengguling, melenting, keseimbangan lompat, serta loncat.

Pengertian Senam Lantai Secara Etimologi

Senam lantai berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu Gymnastics atau dalam bahasa Belanda disebut Gymnastiek. 

Gymnastics itu sendiri di ambil dari kata serapan bahasa Yunani, Gymnos yang artinnya telanjang.

Pada zaman Yunani kuno kegiatan Gymnastiek memang dilakukan dengan badan telanjang bulat ataupun setengah telanjang. dengan tujuan agar gerakan tersebut dapat dilakukan tanpa ada suatu gangguan sehingga gerakan menjadi sempurna.

Pengertian Senam Lantai Menurut Para Ahli.

  • Agus Mahendra

Senam lantai adalah terjemahan langsung dari bahasa Inggris yang merupakan salah satu cabang olahraga

  • Imam Hidayat

Mengatakan bahwa senam lantai merupakan suatu latihan tubuh yang terpilih dan dikonstruk dengan sengaja, dilakukan dengan kesadaran dan terencana secara sistematis dengan tujuan untuk meningkatkan kesegaran jasmani dan mengembangkan keterampilan, dan menanamkan nilai-nilai mental spiritual.

  • Muhajir

Menurut beliau  senam adalah terjemahan dari kata Gymnastiek di dalam bahasa Indonesia, Gymnastic  dalam bahasa Inggris, dan Gymnnastiek  di dalam bahasa Yunani. Yang memiliki arti telanjang.

  • Peter H Werner

Peter mengatakan yang kemudian dikutip oleh Muhajir, Senam lantai adalah latihan tubuh di atas lantai atau pada suatu alat yang dirancang sebagai media meningkatkan daya tahan, kekuatan, kelenturan, kelincahan, koordinasi, serta kontrol diri.

  • Muhajir (2006: 71)

Beliau kembali mengatakan bahwa senam lantai merupakan kegiatan utama yang paling bermanfaat untuk mengembangkan komponen fisik dan komponen gerak.

  • Sayuti Sahara

Merupakan suatu sistem latihan yang dilakukan untuk meningkatkan pengembangan fisik melalui latihan tubuh.

Sejarah Senam Lantai

Berbicara perihal sejarah senam lantai, sampai saat ini belum dapat dipastikan secara pasti. Namun ada sebuah pendapat bahwa sejarah senam berawal dari negara Yunani, sedangkan sejarah senam lantai itu sendiri berasal dari negara China.

Sebuah catatan kuno mengatakan sejarah senam lantai dimulai pada tahun 2700 sebelum Masehi. Para biara China kuno telah mengenal bentuk-bentuk gerakan sederhana senam lantai.

Pada saat itu para biara China kuno mengenal senam lantai sebagai gerakan untuk  pengobatan dan untuk bela diri.

Kitab warisan Kong Hu Cu menjelaskan gerakan-gerakan sederhana tersebut memiliki tujuan untuk pengobatan.

Selain dari China, sebuah pendapat juga mengatakan sejarah senam lantai juga dimulai dari negara India.

Negara India disebut juga telah memiliki gerakan khusus senam lantai yang memiliki tujuan untuk pengobatan dan teknik pernafasan.

Dan dahulu kala, orang India mempunyai kepercayaan bahwa gerakan yoga atau senam lantai sebagai gerakan untuk menyembuhkan rasa sakit di badan dan juga gerakan untuk memuja dewa dalam kepercayaan mereka.

Kemudian pada negara Mesir juga banyak peninggalan-peninggalan yang menggambarkan dan menuliskan cerita tentang sejarah senam lantai, Menilik dari sejarah senam lantai bahwa gerakan olahraga yang dilakukan oleh bangsa Mesir kuno juga identik dengan gerakan yoga dan gerakan sederhana senam lantai.

Pada tahun 700 sebelum Masehi, orang Athena menambahkan senam untuk kompetisi pada Olimpiade yang ada di Athena.

Kemudian sekitar tahun 1000 sebelum Masehi sampai kurang lebih tahun 476, bangsa Yunani menjadikan senam sebagai latihan untuk para pemuda agar menjadi warga yang baik sesuai cita-cita negara dan mencapai kehidupan yang harmonis.

Sehingga tidak heran para filosof seperti Socrates, Aristoteles dan Plato mendukung program-program pelatihan fisik agar meningkatkan keindahan dan kecantikan serta kekuatan dan efisiensi tubuh.

Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa sejarah senam lantai tidak dimulai pada abad ke-20, namun diawali pada tahun 700 sebelum Masehi.

Sejarah Senam Lantai Di Indonesia

Sejarah senam lantai di Indonesia, bermula pada tahun 1912 senam lantai masuk pertama kalinya di zaman penjajahahn Belanda.

Masuknya olahraga senam lantai ini menyebabkan pendidikan jasmani menjadi pelajaran wajib di sekolah-sekolah. Dengan seiringnya zaman olahraga senam lantai menjadi bagian dari mata pelajaran Penjaskes yang diajarkan di sekolah.

Kemudian ketika Jepang menginvasi pada tahun 1942. Jepang melarang semua bentuk senam yang berbau barat di sekolah maupun di lingkungan masyarakat, dan menggantikannya menjadi Taiso.

Taiso merupakan sejenis senam pagi dengan bentuk kalestenik yang wajib dilaksanakan di sekolah sebelum pelajaran dimulai.

Sebelum dan sesudah melakukan Taiso, murid-murid diwajibkan memberi hormat kepada kaisar Jepang. Dengan aba-aba yang dikumandangkan berbunyi “sei kei, rei.”dan semua murid harus membungkuk dalam-dalam menghadap utara di mana kaisar Tenno Heika bersemayam.

Senam mulai dipertandingkan dalam pesta olahraga internasional pada tahun 1963 pada pertandingan GANEFO (Games The New Amarging Force).

Di Indonesia sendiri organisasi yang mewadahi seluruh senam yang ada, bernama Persani singkatan dari Persatuan Senam Seluruh Indonesia.

Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani)

Persani merupakan organisasi yang menaungi senam di Indonesia.

Persatuan Senam Seluruh Indonesia atau disingkat dengan Persani didirikan pada tanggal 14 Juli 1963, dan pada tahun yang sama diselenggarakan GANEFO 1 atau pesta olahraga untuk negara-negara berkembang yang pertama.

GANEFO pertama diadakan di Jakarta, Indonesia. kala itu, senam telah menjadi salah satu cabang olahraga yang diperlombakan. Namun sayangnya Indonesia belum memiliki organisasi yang mengurusi olahraga senam.

Persani dibentuk karena inisiatif tokoh-tokoh olahraga senam Se-Indonesia yang menangani dan memiliki keahlian di cabang tersebut.

Fungsi Persani adalah sebagai induk olahraga senam di Indonesia.

Dan tugas dari Persani adalah menyiapkan dan membina atlet dan semua oknum yang terlibat untuk meraih puncak prestasi.

Ciri dan Kaidah

  1. Gerakan-gerakannya harus selalu dibuat dan diciptakan secara sengaja
  2. Gerakan harus berguna agar mencapai tujuan tertentu. Seperti menambah keterampilan, meningkatkan kelenturan, memperbaiki sikap dan gerak serta keindahan tubuh.
  3. Gerakannya harus selalu tersusun secara sistematis.

Senam lantai dilakukan di atas area seluas 12×12 meter dan dikelilingi dengan matras yang berukuran 1 meter untuk keamanan dari pesenam tersebut.

Pesenam pria tampil dengan durasi waktu 70 detik dan pesenam wanita tampil dengan diiringi music dalam waktu 90 detik.

Aturan dalam Olahraga Senam Lantai

  1. Harus selalu menggunakan matras atau tempat yang aman.
  2. Matras harus diletakkan di atas permukaan yang rata dan aman dari bahaya yang mencelakakan pesenam.
  3. Hendaknya melakukan pemanasan.
  4. Jauhkan matras dari dinding atau benda lain yang menyebabkan benturan.

Gerakan Dasar Senam Lantai

1. Guling Depan (Forwad Roll)

Gerakan bergulir ke depan dengan menggunakan bagian atas belakang badan seperti tengkuk, punggung, pinggang dan panggul bagian belakang.

dapat dilakukan dengan dua awalan yaitu dengan berdiri dan jongkok.

a. Guling Depan dengan Awalan Berdiri

  1. Berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan.
  2. Angkat kedua tangan ke depan, bungkukkan badan kemudian letakkan kedua telapak tangan di atas matras dan posisi kaki lurus sejajar.
  3. Siku diletakkan di samping dan masukkan kepala di antara dua tangan.
  4. Sentuhkan bahu ke matras.
  5. Berguling ke arah depan.
  6. Lipat kedua lutut, tarik dagu dan lutut ke dada dengan posisi tangan merangkul lutut.
  7. Sikap akhir adalah jongkok kemudian berdiri tegak.

b. Guling Depan dengan Awalan Jongkok

  1. Dimulai dengan sikap jongkok kemudian kedua kaki rapat, letakkan lutut ke dada dan kedua tangan bertumpu di depan ujung kaki dengan jarak kira-kira 40 cm.
  2. Bengkokkan kedua tangan dan letakkan pundak pada matras dengan menundukkan kepala dan dagu sampai ke dada.
  3. Di lanjutkan dengan melakukan gerakan berguling ke depan, ketika panggul menyentuh matras, dan peganglah tulang kering dengan kedua tangan menuju posisi jongkok.

2. Guling Belakang

Gerakan menggulingkan badan ke belakang dengan posisi badan harus tetap membulat.

Kaki dilipat, lutut tetap melekat di dada, dan kepala ditundukkan sampai dagu melekat di dada.

Langkah-langkah:

  1. Posisi jongkok, dan kedua kaki rapat serta tumit diangkat.
  2. Kepala menunduk, dagu rapat menyentuh dada, lalu kaki menolak ke belakang.
  3. Pada saat punggung menyentuh matras, kedua tangan segera dilipat ke samping telinga dan telapak tangan menghadap ke bagian atas agar siap menolak.
  4. Kaki segera diayunkan ke belakang melewati kepala dibantu oleh kedua tangan menolak kuat dan kedua kaki dilipat sampai ujung kaki dapat mendarat di atas matras ke sikap jongkok.

3. Gerakan Guling Lenting

Gerakan yang melentingkan badan ke atas dengan arah ke depan yang disebabkan oleh lemparan kedua kaki dan tolakan kedua tangan.

ada 2 jenis lenting berdasarkan tumpuannya. Yaitu bertumpu pada tengkuk dan kepala.

a. Guling Lenting Tengkuk

  1. Sikap permulaan berbaring menelentang atau duduk telunjur.
  2. Mengguling ke belakang, tungkai lurus dan kaki dekat kepala, lengan bengkok, tagan menumpu di samping kepala, ibu jari dekat dengan telinga.
  3. Mengguling ke depan disertai dengan lecutan tungkai ke atas depan, tangan menolak badan melayang dan membusur, dan kepala pasif.
  4. Mendarat dengan kaki rapat, lalu dorong panggul ke depan, badan membusur lengan lurus ke atas.

b. Guling Lenting Kepala

  1. Membungkuk bertumpu pada kaki dan membentuk segitiga sama sisi dan punggung tegak lurus, tungkai rapat dan lurus, dan jari-jari kaki bertumpu dilantai.
  2. Mengguling ke belakang disertai lecutan tungkai serentak tangan menolak sekuat-kuatnya, lalu kepala pasif badan melayang dan membusur.
  3. Terakhir mendarat dengan kaki rapat badan membusur dan lengan ke atas.

4. Kayang

Kayang adalah posisi kaki bertumpu dengan empat titik dalam keadaan terbalik dengan meregang dan mengangkat perut dan panggul.

Poin dari gerakan kayang yaitu dengan menempatkan kaki lebih tinggi memberikan tekanan pada bahu dan sedikit pada pinggang.

Manfaat dari gerakan kayang adalah untuk meningkatkan kelenturan bahu, bukan kelenturan pinggang.

Cara melakukan gerakan kayang sebagai berikut:

  1. Sikap permulaan berdiri, kedua tangan menumpu pada pinggul.
  2. Kedua kaki ditekuk, siku tangan ditekuk, kepala di lipat ke belakang.
  3. Kedua tangan diputar ke belakang sampai menyentuh matras sebagai tumpuan.
  4. Posisi badan melengkung bagai busur.